tanaman hias

NO. NAMA DAERAH NAMA LATIN
1 - Aechinea sp.
2 - Aglaonema sp.
3 AIR MANCUR Jakobinia cornea
4 AIR MATA PENGANTIN Antigonon leptosus
5 ALAMANDA Allamanda cathartica
6 ALOKASIA Alocasia sp.
7 ANYELIR Dianthus caryophyllus
8 ARAIRUT Marantha arundinacea
9 BAMBU KUNING Bambusa vulgaris
10 BAKUNG Cainum asiaticum
11 BEGONIA RAMBUT Ciscus bicolor
12 BEGONIA REX Bigonia sp.
13 BINTANG BUNI Crytanthus sp.
14 BUNGA ANGSA Aristolochia sp.
15 BUNGA HARUMSARI Buddleja asiatica
16 BUNGA BOKOR Hydrangea hortensis
17 BUNGA KANA Canna indica
18 BUNGA KUPU-KUPU Bauhinia purpurea
19 BUNGA KANCING Gomphrena globosa
20 BUNGA KUKU MACAN Mucuna bennetii
21 BUNGA MATAHARI Helianthus annus
22 BUNGA MENTEGA Taberna emontana coronaria
23 BUNGA PUKUL EMPAT Mirabilis jalapa
24 BUNGA TIGA HARI Brunfelsia ansericana
25 BUGENVIL Bougainvillea spectabilis
26 BUNGUR Lagerstroemia indica
27 CEMPAKA Michelia champaka
28 CENTE Lantana camara
29 COCOR BEBEK Kalanchoe pinnuta
30 DAUN BELUDRU Gynura aurantiaca
31 DAUN PANAH Syngonium albolineatum
32 DAUN SAPUTANGAN Maniltoa grandiflora
33 DAUN ZEBRA Zebrina pendula
34 DILEM Coleus sp.
35 DRASENA Dracaena sp.
36 DURANTA Duranta erecta
37 DURI CANGKANG Opuntia schumanii
38 EKOR CENDRAWASIH Phylanthus alternifolia
39 EKOR KELEDAI Sedum morgalianum
40 EKOR MUSANG Lycopodium carinatum
41 KERE PAYUNG Filicium decipiens
42 FLAMBOYAN Delonix regia
43 GLADIOL Gladiolus hortulanus
44 GLOXINIA Gloxinia speciosa
45 HANDELEUM Graptohylum pictum
46 HANJUANG Cordylin sp.
47 HERBRAS Gerbera jamesonii
48 HOMALOMENA Homalomena rubra
49 JARAK Jatropha multifida
50 KALATEA Calathea sp.
51 KASTUBA Euphorbia pulcherrima
52 KECUBUNG Dafura metel
53 KELADI HIAS Caladium sp.
54 KEMBANG BULAN Tethonia diversifolia
55 KEMBANG EMAS Stephanotis floribunda
56 KEMBANG MERAK Caesalpinia pulcherrima
57 KEMBANG PITA Storophanthus grandiflora
58 KAMBOJA PUTIH Plumeria alba
59 KEMBANG SEPATU Hibiscus rosasinensis
60 KEMBANG SOKA Ixora coccinea
61 KEMBANG SUNGSANG Gloriosa superba
62 KEMUNING Muraya paniculata
63 KOL BANDA Pisonia alba
64 KOREOPSIS Coreopsis sp.
65 LANDEP Barleria crisfota
66 LIDAH MERTUA Sanseviera trifasciata
67 LILI PARIS Chlorophytum sp.
68 MAWAR Rosa hybrida
69 MELATI Jasminum sambac
70 MIYANA MANGKUK Iresina herbstii
71 MONSTERA Monstera deliciosa
72 NONA MAKAN SIRIH Clerodendrum sp.
73 NUSA INDAH Musaena ahphillippica
74 OHNA Ochna kirkii
75 OLEANDER Nerium olender
76 PACAR Impatiens balsamina
77 PACAR CINA Agloia odorata
78 PACING Costus sp.
79 PALEM AUSTRALIA Normanbya normanbyi
80 PALEM BAMBU Chamaedorea erumpius
81 PALEM BAMBU Mascarena sp.
82 PALEM BOTOL Revaogehaganii
83 PALEM EKOR IKAN Caryota mitis
84 PALEM PILIFINA Veitchia philippinensis
85 PALEM JARI Rhapis excelsa
86 PALEM KIPAS Livistona rotundifolia
87 PALEM KUNING Chrysalidocarpus lutescens
88 PALEM KOL Licuala grandis
89 PALEM MERAH Cyatostachys lakka
90 PALEM RAJA Roystonea regia
91 PAKU PELANDUK Pteris ensiformis
92 PANDAN HIAS Pandanus dubius
93 PINANG IRISAN Ptychosperma macorthurii
94 PINANG MONYET Areca vestiara
95 PINANG TUTUL Pinanga densiflora
96 PISANG HIAS Heliconia Collinsiana
97 POHON BAHAGIA Dieffenbachia sp.
98 POHON SAPUTANGAN Browned sp.
99 PORTULAKA Portulaca grandiflora
100 PRIMULA Primula denticulata
101 PUCUK EMAS Galphinia gracilis
102 PULKRA Kaemferia pluchra
103 PURING Codeaum variegatum
104 RANE Selaginella plana
105 SAMBANG Lapsia spinosa
106 SAMBANG COLOK Aerva sp.
107 SELANDANG DARAH Hemigraphis alternata
108 SELANDANG PUTIH Spathiphylum cannaefalium
109 SENDUDUK Melastoma malabathricum
110 SERUNI Wedelia montana
111 SIRIH BELANDA Scindapsus aureus
112 SIRIH GADING Rhaphidophora aurea
113 SIRIH HIAS Peperomia sanderii
114 SUJI Pleomele angustifolia
115 TANAMAN LURIK Geogenanthus undatus
116 TANAMAN MOSAIK Fittonia sp.
117 TANAMAN PERAK Pilea cadierei
118 TAPAK DARAH Catharanthus rosea
119 TATAROMPETAN Ipomoea tripida
120 TERATAI KECIL Nymphaea lotus
121 TEROMPET GADING Randia maculata
122 VERBENA Verbena laciniata
123 VIOLCES Saintpaulia ionantha
124 WANGA Pigafetta filaris.

Tips / Trik Merawat Aneka Tanaman Hias

Sekali tempo diungkap aneka tips menyangkut tanaman Caladium, mulai dari cara tanam, penanganan umbi skala ekspor, cara memisahkan anak, teknik cungkil mata, cara kemas sampai cara potong pucuk. Penggemar atau calon penggemar caladium silakan baca.

TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI

1. Kemasan bahan tanam asal umbi.
2. Pangkas akar di sekitar umbi.
3. Sosok umbi utuh yang siap tanam.
4. Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.
5. Sisakan tunas pucuk di permukaan media.
6. Sosok umbi yang bertunas.

TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI

1. Bibit asal kompot siap tanam.
2. Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.
3. Penuhi ruang kosong dengan media.
4. Masukan tanaman ke dalam sungkup.

PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR

1. Umbi siap panen.
2. Cuci bersih umbi.
3. Rendam dalam larutan anti jamur.
4. Keringanginkan umbi.
5. Tata umbi dalam kemasan ekspor.
6. Kemasan umbi siap kirim.

PINDAH POT

1. Tanaman siap repotting.
2. Balikan pot sambil menjepit pangkal batang.
3. Isi pot baru dengan media dan letakkan tanaman.
4. Isi ruang kosong dengan tambahan media.
5. Sosok cantik setelah repotting.

TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN

1. Tanaman siap dipisah.
2. Sobek sisi luar polibag.
3. Sisihkan tanaman dari polibag.
4. Pisahkan anakan dengan tanaman utama dibantu pisau steril.
5. Umbi pun turut dipisah, dibantu dengan pisau steril.
6. Sosok umbi yang telah terpisah.
7. Oleskan fungisida atau kapur pada bagian yang terluka.
8. Tanam kedua bagian, anakan dan tanaman utama secara terpisah.

TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS

1. Iris mata tunas membentuk kotak.
2. Congkel mata tunas keluar dari umbi.
3. Sosok umbi yang telah diambil salah satu mata tunasnya.
4. Mata tunas yang telah diiris.
5. Iris mata tunas menjadi 2-4 bagian.
6. Irisan umbi siap semai.

TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH

1. Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm.
2. Bersihkan umbi dari tanah yang melekat dengan sikat halus dan air mengalir.
3. Potong umbi tepat di tengah tunas menjadi 2 bagian.
4. Potong irisan umbi menjadi bagian lebih kecil.

TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI

1. Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang.
2. Rendam dalam larutan fungisida 10-15 menit.
3. Keringanginkan irisan umbi di atas koran.
4. Semaikan umbi di atas media. Lalu tutup dengan plastik bening.
5. Pada musim panas, lapisi lagi media dengan plastik hitam dan letakkan di bawah shading net 80%.
6. Bibit umur 30 hari setelah semai.

CARA KEMAS

1. Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih.
2. Pangkas akar.
3. Pangkas batang utama, sisakan sekitar 2 cm dari pangkal batang.
4. Penampilan umbi siap kemas.
5. Beri nama tanaman pada label.
6. Kemas dalam plastik dan siap dikirim.

CARA MENYIMPAN BENANG SARI

1. Sosok bunga keladi hias
2. Buka pelepah bunga, kerok benang sari secara hati-hati
3. Kumpulan benang sari yang sudah diambil
4. Simpan dalam wadah plastik

TAHAP PENYILANGAN

1. Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang
2. Bunga dibuka melingkar. Dimulai dari bawah ke atas
3. Betina siap kawin 1 hari sebelum jantan. Cirinya seludang berwarna kuningdan mengeluarkan warna
4. Sosok putik dari indukan betina, siap dikawinkan
5. Benang sari dioleskan ke sekeliling putik
6. Pastikan benangsari dioleskan secara merata
7. Agar aman beri alat penyangga
8. Linungi bunga dari hujan dan angin dengan bantuan plastik

YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI

1. Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna)
2. Gunakan plastik untuk mencegah kedatangan serangga atau semut
3. Cara melakukan penyiraman, sebaiknya siram di permukaan tanah, jangan langsung mengenai tanah

TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL

1. Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya untuk dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih besar ketimbang tanaman
2. Lalu kerangka dilapisi plastik. Bagian atas diikat erat. Bagian bawah, plastik diikat dengan karet sampai ke pot
3. Gunakan pot yang mampu menyimpan air dan di bawahnya diberi air

TENIK POTONG PUCUK

A. Tanpa memotong tunas atas

1. Tunas tumbuh perlahan
2. Dominasi apikal terbentuk, sehingga tunas samping tidak terbentuk
3. Dalam 1 umbi hanya tumbuh 4-5 daun

B. Memotong tunas atas

1. Potong tunas atas 1
2. Tunas samping tumbuh
3. Jumlah daun lebih banyak

SYARAT POTONG PUCUK

1. Diameter umbi 3,75-6,25 cm
2. Lebar pemotongan tunas ΒΌ bagian dari diameter tangkai daun
3. Beberapa pucuk dalam umbi yang berukuran sama dapat dipotong pucu. Namun, perlakuan potong pucuk tidak dilakukan bila terdapat 5 pucuk berukuran sama

Merawat Tanaman: Indoor dan Outdoor Saat Penghujan

Tanaman indoor dan outdoor jangan dibiarkan saat penghujan tiba karena akibatnya bisa fatal Iho. Ada kok perlakuan khusus bagi keduanya. Penghujan merupakan musim yang patut diwaspadai bagi hobis tanaman indoor maupun outdoor. Mengapa? Sebab musim hujan bisa membikin tanaman bisa cepat mati. Hal ini disebabkan kondisi lembab yang ditimbulkan musim hujan tersebut.

Yang jelas kelembaban mikro di sekitar tanaman makin meninggi. Akibatnya tanaman rentan ditumbuhi jamur dan bakteri. Bagaimana cara merawat tanaman ini selama musim penghujan?
Selama musim hujan, tanaman harus sering dipangkasi. Pemangkasan daun ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban maikro di dalam tanaman. Seperti apa daun yang perlu dipangkas? Daun yang wajib dipangkas adalah yang jadi penyebab kelembaban berlebih di sekitar batang tanaman.

Kebanyakan jenis tabulampot yang berdaun lebat wajib mengalami proses pemangkasan. Daun yang dipangkas adalah daun muda atau susu yang tumbuh mengarah ke dalam batang tanaman. Orang Jawa lazim menyebutnya dengan istilah tunas wiwilan. Karena jadi penyebab kelembaban tinggi pada tanaman, tunas ini sebaiknya dipotong saja. Tunas ini pun dalam tanaman jarang kebagian sinar matahari. Sehingga proses berganti dengan cepat. Apalagi kalau hujannya tidak rutin. Nah, fungsi Dolomit adalah menyetabilkan pH tanah sehingga akar tanaman tetap mudah menyerap hara.

Pemberian Dolomit ini cukup mudah. Untuk tanaman yang berada di dalam pot berdiameter 40 s/d 50 cm, pemberian Dolomit cukup 5 sendok makan dengan cara ditebar di sekitar permukaan tanah. Paling cocok ditebar saat awal-awal musim hujan. Dengan Dolomit, daun tanaman terhindar dari pembusukan. Pembusukan daun ditandai dengan warna menguning lalu coklat kering.

Media ini memiliki kelebihan mampu menahan air dan pH-nya tidak gampang turun.
Saat hujan itu, media perlu dikurangi sedikit saja. Contoh kasus pada pot anggrek. Bila mengunakan media arang, maka jumlah arangnya harus dikurangi saat penghujan. Bila akar anggrek belum membelit arang, sebaiknya diambil arang tersebut. Hal ini untuk menghindari pembusukan pada akar dan batang anggrek. Baru saat musim kemarau, arang bisa ditambahi lagi. Inilah perbedaan perawatan musim hujan antara tanaman indoor yang bermedia bukan tanah.

Tip ketiga adalah memberikan pupuk NPK. Pupuk ini cukup mudah pemakaiannya. Caranya dipendam di dalam media tanam sejauh 15 cm dari batang tanaman. Saat terkena air hujan, pupuk ini akan larut dengan sendirinya di dalam tanah. Jika pemberian dilakukan saat kemarou, maka pupuk ini horus dilarutkon dolam air dulu, lalu disiramkan di sekitar akar.
Tip keempat adalah penyemprolan fungisida. Penyemprotan fungisida ini bisa dicampur dengan insektisida.

Untuk menghindarkan penyemprolan yang sia-sia, lihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Bila hari ini hujan dan besok tidak, mako besok paling baik menyemprotkan kedua bahan tadi. Atau bila pagi hari ini cerah, maka bahan tersebut bisa disemprotkan. Obat ini akan mengering dan melapisi tanaman dalam waktu 2-3 jam setelah semprot.

Penyemprotan paling bagus dilakukan seminggu 2 kali. Efektif penyemprotan dilakukan pagi dan sore. Pagi antara pukul 06.00 s/d 08.00. Karena saat pagi hari stomata terbuka lebar dan serangga lagi aktif menyerang sehingga tepat pada sasaran. Usahakan menggunakan spray kecil dan semprot pada permukaan daun bagian bawah karena merupakan tempat sarang hama.

Tip kelima adalah melakukan penggemburan dan penyiangan pada tanah. Tanaman outdoor yang memakai media tanah harus digemburkan. Hal ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah terutama memperbaiki porositasnya.

Tip keenam adalah menempatkan pot tersebut lebih tinggi dari tanah. Fungsinya agar terhindar dari genangan air. Beberapa kota atau lahan di rumah Anda, pastinya akan terkena banjir atau tergenang air sebagian. Pot yang tergenang akan membuat tanah selalu lembab, hal ini fatal untuk akar karena bisa membusuk. Cara paling mudah adalah menempatkan pot pada pilar atau rak. (agrobis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: